Cara Membaca "Bahasa Semesta" untuk Mempercepat Pertumbuhan Hidup Anda

E-book Self - Learning Universe bukan sekadar bacaan refleksi.

Rp50000.00

Chat via WhatsApp

Diadaptasi dari Kelas Hukum Semesta 19 Hukum Pertumbuhan Mas Sonnie Wicaksono

​Kebanyakan orang melewati hidup seperti berjalan dalam gelap—mereka terus menabrak tembok yang sama, mengalami masalah finansial yang sama, dan terjebak dalam lubang emosi yang itu-itu saja.

​Mereka pikir itu "nasib". Padahal, itu karena mereka buta huruf terhadap hukum pertumbuhan semesta.

Apa yang hendak disampaikan di sini bukanlah sesuatu yang asing. Sebenarnya, semesta telah lama menuliskan semua ini: dalam jatuhnya daun, dalam hening malam, dalam denyut yang tak pernah berhenti mengalir di balik dada.

Hanya saja, seringkali tulisan itu tidak terbaca karena mata terlalu terfokus pada apa yang tampak, sementara yang tak tampak—yang sesungguhnya lebih nyata—tersembunyi di balik kelopak kesadaran yang tertutup.

Di dalamnya akan ditemui pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terasa mengganggu, seperti kerikil dalam sepatu yang memaksa langkah untuk berhenti. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain:

  1. Apa yang tersisa dari amarah setelah ia reda? Apakah ia lenyap begitu saja, atau ia menjelma menjadi sesuatu yang lain, yang kemudian diam-diam mempengaruhi langkah-langkah selanjutnya?

  2. Mengapa peristiwa yang sama, ketika dialami oleh dua orang yang berbeda, bisa melahirkan kisah yang bertolak belakang: satu terbenam dalam luka, satu lagi justru terbang membawa pelajaran?

  3. Jika setiap getaran, setiap desah, setiap hening yang tercipta dalam kehidupan ini tidak pernah benar-benar musnah, lalu ke mana ia pergi? Dan akankah ia kembali, pada suatu masa, dengan wajah yang berbeda?

  4. Dan jika benar semesta ini adalah ruang kelas tanpa dinding, pelajaran apa sebenarnya yang sedang diujikan?

Enam bab disusun bukan untuk menjawab semua, melainkan untuk menemani pertanyaan-pertanyaan itu berjalan menelusuri hidup kita.