Di dunia yang penuh denga notifikasi dan opini, topik ini mengajarkan bahwa yang kita cari tidak ada di mesin pencari, melainkan dalam keheningan. "Tuhan adalah bahasa kesunyian, yang lain adalah terjemahan yang buruk."

A cozy community gathering in a warm, inviting study room filled with books and friendly faces.
A cozy community gathering in a warm, inviting study room filled with books and friendly faces.
10 Topik Kurikulum Universitas Hati ala Rumi

M Nur Jabir

  1. Seni mendengar ditengah kebisingan (The Alchemy of silence)
  1. Ekologi cinta : mencintai alam sebagai Diri sendiri
  1. Estetika dan kreativitas sebagai ibadah
  1. Menemukan cahaya dalam luka (The Healing Wound)
  1. Multikultularisme rohani
  1. Detoksifikasi ego di media sosial
  1. Radikal empati : melampui benar dan salah
  1. Kerinduan sebagai bahan bakar hidup
  1. Keberanian untuk menjadi "bodoh" (Unlearning)

Mengambil inspirasi dari baris puisinya yang paling terkenal: "Dibalik gagasan tentang perbuatan salah dan benar, ada sebuah padang rumput. Aku akan menemuimu disana". Ini adalah pelajaran tentang cara meruntuhkan polarisasi politik dan sosial demi kemanusiaan yang utuh.

Bagaimana cara tetap berkarya tanpa menjadi budak validasi atau jumlah pengikut? Topik ini membahas tentang "meruntuhkan berhala diri" (ego) yang seringkali kita bangun melalui profil digital yang semu.

Alih-alih menyembunyikan kegagalan atau trauma, Rumi akan mengajarkan bahwa "luka adalah tempat dimana cahaya memasukimu". Ini. adalah perspektif baru tentang kesehatan mental dn ketangguhan diri (resillence).

Rumi akan menjelaskan bahwa esensi manusia itu satu, melampui label agama atau etnis. Ia akan mengajar tentang carq melihat "jiwa yang sama" di dalam raga yang berbeda-beda.

Seni, musik, dan tari (seperti Sama) bukan sekedar hiburan, melainkan jalan untuk terhubung dengan Yang Maha Indah. Ini adalah ajaran tentang bagaimana menjadikan pekerjaan sehari-hari sbagai bentuk ekspresi spiritual.

Di era dimana semua orang ingin terlihat pintar dan ahli, Rumi akan menyarankan kita untuk "menukar kecerdasan dengan rasa takjub". Ini adalah seni melepaskan asumsi agar kita bisa terus belajar hal-hal baru.

Memandang alam semsta bukan sebagai sumber daya yang harus di eksploitasi, melainkan sebagai cermin keagungan Pencipta. Mengajarkan kepedulian lingkungan melalui kacamata cinta, bukan sekedar. ketakutan akan bencana.

Bagaimana cara hadir sepenuhnya di saat ini ketika pikiran kita selalu ditarik ke masa lalu atau kecemasan masa depan. Rumi akan mengajarkan cara "mati sebelum mati" - melepaskan keterikatan pada waktu.

Bahwa rasa tidakpuas atau perasaan "ada yang kurang" dalam hidup modern sebenarnya adalah tanda bahwa jika kita sedang merindukan sesuatu yang lebih besar. Kerinduan bukanlah kesedihan, melainkan kompas menuju tujuan hiduo yang sejati.

  1. Paradoks kehadiran (Mindfulness)

Galeri

Momen berharga dari setiap sesi kajian kami